Tampilkan postingan dengan label Tentang PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang PHP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Artikel PHP

Artikel Tentang PHP

Jika minggu lalu kita telah belajar bagaimana menginstall PHP, minggu ini kita akan mengenal lebih lanjut mengenai PHP ini. PHP sendiri merupakan singkatan dari Personal Home Page tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML, sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server-side berarti pengerjaan skrip akan dilakukan di server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser. Keunggulannya dari sifatnya yang server-side tersebut antara lain:

• Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu, karena serverlah yang akan mengerjakan skrip PHP. Hasil yang dikirimkan kembali ke browser umumnya bersifat teks atau gambar saja, sehingga pasti dikenal oleh browser apapun.
• Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, misalnya koneksi ke database.
• Skrip tidak dapat “diintip” dengan menggunakan fasilitas view HTML source.

Sebagai contoh, perhatikan skrip PHP sederhana berikut ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh Skrip PHP </TITLE>
<BODY>
<?
Echo �<H1> Hallo, saya skrip PHP </H1>�;
?>
</BODY>
</HTML>


Setelah skrip ini dikerjakan di server, server akan memberikan output kepada browser sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh Skrip PHP </TITLE>
<BODY>
<H1> Hallo, saya skrip PHP </H1>
</BODY>
</HTML>


Output inilah yang dieksekusi oleh browser. Dengan output yang berupa tag-tag HTML biasa, maka output tersebut pasti dapat dieksekusi oleh browser apapun. Sebagai perbandingan dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2 untuk eksekusi skrip PHP pada Netscape dan pada IE.

Jika dibandingkan dengan skrip yang bersifat client-side, misalnya VBScript atau JavaScript, maka nampak nyata sifat browser independent tersebut. Perhatikan contoh berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh JavaScript </TITLE>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
document.write ("<H1> Hallo, saya skrip JavaScript </H1>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>


Jika skrip tersebut di atas dijalankan pada browser yang tidak mendukung JavaScript, maka browser tidak akan memberikan hasil apapun atau malah memunculkan teks yang diapit oleh tag <SCRIPT> yaitu �document.write ("<H1> Hallo, saya skrip JavaScript </H1>");�.

Misalnya skrip tersebut dijalankan pada NCSA Mosaic 3.0, hasilnya akan nampak seperti gambar 3. Namun jika NCSA Mosaic 3.0 tersebut menjalankan skrip PHP ternyata dapat berjalan dengan baik

Kelebihan PHP

PHP dapat “melakukan” semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirim dan menerima cookie. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layanan-layanan yang menggunakan protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lain-lain. Namun tampaknya kelebihan PHP yang paling signifikan adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi dengan berbagai macam database. Saat ini, database yang didukung oleh PHP adalah:


• Adabas D
• InterBase
• PostgreSQL
• dBase
• FrontBase
• Solid
• Empress
• mSQL
• Sybase
• FilePro (read-only)
• Direct MS-SQL
• Velocis
• IBM DB2
• MySQL
• Unix dbm
• Informix
• Semua database yang mempunyai provider ODBC
• Ingres
• Oracle (OCI7 and OCI8)

Struktur Skrip

Seperti telah dibahas minggu lalu, skrip PHP ditambahkan ke dalam HTML dengan menggunakan delimiter khusus. Delimiter merupakan karakter atau kumpulan karakter yang membedakan antara skrip atau tag dengan teks biasa dalam HTML. Seperti kita ketahui, delimiter untuk tag HTML adalah karakter <>. Untuk PHP, delimiter yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Untuk dokumen SGML/HTML biasa:

<? Skrip PHP ?> atau <?php skrip php ?>

2. Untuk dokumen XML:

<?php skrip PHP ?>

3. Untuk editor yang tidak mendukung PHP:

<script language=�php�>
skrip php
</script>

4. Dapat juga menggunakan delimiter ASP:

<% skrip PHP %>

Baris-baris pada skrip PHP dipisahkan dengan cara yang sama dengan C atau Perl, yaitu dengan menambahkan karakter titik koma (;). Contoh:

<?
Skrip php;
Skrip php;
?>

Jika terdapat skrip yang hanya terdiri dari satu baris, ada dua gaya penulisan yang dapat digunakan:

<?
Skrip php;
?>

Atau:

<? Skrip php ?>

Jika digunakan gaya penulisan yang kedua, tanda titik koma tidak perlu digunakan, karena tag penutup ?> sudah menandakan akhir dari skrip tersebut.
Untuk menambahkan komentar dalam skrip PHP dapat digunakan gaya C, C++, atau shell UNIX. Contoh:

<?php
skrip php; // Komentar satu baris gaya C++
/* Komentar yang panjangnya
lebih dari satu baris */
skrip php;
skrip php; # Komentar gaya shell UNIX
?>

Pengenalan struktur PHP ini merupakan dasar dari pelajaran mengenai PHP. Karena itu perhatikan baik-baik dan minggu depan kita akan mencoba membuat skrip-skrip PHP sederhana.

Kamis, 06 Desember 2012

Apa itu PHP

PHP
 
PHP singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor yang digunakan secara luas sebagai bahasa scripting khususnya untuk pengembangan aplikasi web sebab dapat disisipkan ke dalam HTML. PHP merupakan aplikasi bebas (Open Source Software).

Contoh 1: Script PHP pertama
<html>
<head>
<title>Contoh</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Aku sekarang bisa PHP!";
?>
</body>
</html>
1.2 Apa yang dibutuhkan?


Untuk menjalankan skrip PHP, kita membutuhkan Web server seperti Apache (http://httpd.apache.org) dan sudah barang tentu PHP (http://www.php.net). Untuk konektivitas dengan database bisa digunakan MySQL (http://www.mysql.com) atau PostgreSQL (http://www.postgresql.org).


1.3 Apa itu MySQL?

MySQL adalah sebuah server buatan T.c.X DataKonsultAB, Swedia. MySQL didesain untuk dapat berjalan sampai 100 akses secara simultan dan bekerja secara cepat sehingga cocok untuk aplikasi web/internet yang membutuhkan kecepatan tinggi untuk pemrosesan dan penyimpanan data. MySQL mampu berjalan pada database sampai 100 GB, cukup menakjubkan untuk sebuah software gratis dan bebas (free).
2. Instalasi

Langkah awal adalah dengan mendownload semua aplikasi yang dibutuhkan di situsnya masing-masing. Gunakan versi terakhir dan stabil. Setelah itu instal dengan menggunakan installer atau hanya diekstrak (jika berbentuk file zip).

Instalasi Apache dapat digunakan installer yang tersedia. Jika diinstal di Windows XP, Apache akan langsung terkonfigurasi secara otomatis sebagai service, begitu pula dengan MySQL.

Ada dua cara menginstal PHP di sistem windows yaitu dengan cara manual atau dengan menggunakan InstallShield installer.

Windows InstallShield

Instaler Windows PHP dapat didownload di http://www.php.net/downloads.php, berupa versi CGI dan dapat mengkonfigurasi IIS, PWS, and Xitami.

Installer akan memperoleh informasi yang cukup untuk membuat file php.inidan mengkonfigurasi web server untuk menggunakan PHP. Cukup dengan menjalankan installer, PHP akan terinstal di komputer Anda. Setelah menginstal, restart Windows Anda.

Instalasi Manual

PHP 4 untuk Windows ada dua yaitu CGI executable (php.exe), dan beberapa modul SAPI (misalnya: php4isapi.dll).

Untuk menginstal, caranya yaitu meng-unzip file php-VERSION.zip (VERSION merujuk pada versi php yang digunakan, misalnya versi 4.3.0), tempatkan di direktori C:\sebagai contoh awal. Setelah itu salin file php4ts.dll ke windows/system (Windows 9x/Me) atau winnt/system32 (for Windows NT/2000/XP) dan timpa file yang sudah ada lalu edit file httpd.conf milik Apache

JAVASCRIPT

Semenitpun Internet tidak akan berhenti berkembang , demikian juga dengan bahasa pemrograman berbasis web yang akan selalu berkembang, termasuk juga JavaScript, yang merupakan bahasa pengenalan awal sebelum kita benar benar serius terjun dan berkecimpung di dalam pengembangan aplikasi web. Pada artikel Pengantar JavaScript ini kita akan belajar dasar dasar pengenalan struktur bahasa dan cara kerja JavaScript dalam suatu dokumen HTML

SQL

Bahasa database adalah bahasa khusus yang ditetapkan pembuat DMBS (database management system), tentang cara berinteraksi/berkomunikasi antara pemakai dengan database. Bahasa ini terdiri atas sejumlah perintah yang diformulasikan untuk dapat diberikan oleh pengguna dan dikenali oleh DBMS. Salah satu bahasadatabase yang populer adalah SQL.
SQL (dibaca “ess-que-el”) singkatan dari Structured Query Language. SQL digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards Institute), SQL merupakan bahasa standar untuk sistem manajemen database relasional. Perintah SQL digunakan untuk melakukan tugas-tugas seperti update data, atau mengambil data dari database. Beberapa sistem manajemen database relasional umum yang menggunakan SQL adalah: Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Access, Ingres, dan lain-lain. Meskipun sebagian besar sistem databasemenggunakan SQL, kebanyakan dari mereka juga memiliki ekstensi tambahan milik mereka sendiri yang biasanya hanya digunakan pada sistem mereka. Meskipun demikian, perintah-perintah SQL standar seperti “Select”, “Insert”, “Update”, “Delete”, “Create”, dan “Drop” dapat digunakan pada seluruh DBMS tersebut. Tutorial ini akan memberikan petunjuk pada Anda dasar-dasar perintah SQL serta penggunaanya dalam operasi database.